OPINI PUBLIK
Pengertian dan karakteristik opini public
Opini publik terdiri dari dua kata, opini dan publik. Kata opini diambil dari bahasa inggris opinion yaitu bearti pendapat. Demikian juga dengan publik, kata ini juga diadopsi dari bahasa inggris public yang bearti masyarakat umum.
Jika dirangkai menjadi satu frase public relations, maka satu frase itu diartikan sebagai hubungan masyarakat. Sedangkan jika dirangkai satu frase public administration, maka kata public (inggris) atau publik (indonesia) diartikan sebagai negara.
Sebaliknya jika dirangkai menjadi public opinion, diterjemahkan dalam bahasa indonesia sebagai pendapat umum, atau opini publik. Opini atau pendapat telah dipahami sebagai jawaban atas pertanyaan atau permasalahan yang dihadapi dalam satu situasi tertentu. Walaupun validitasnya lebih tipis dibanding dengan pengetahuan positif, namun opini atau pendapat lebih akurat jika dibandingkan dengan dugaan
Opini merupakan expressed statment yang bisa diucapkan dengan kata-kata yang mengandung arti dan segera dapat dipahami maksudnya. Selanjutnya Albig memberikan perumpamaan, bahwa sesuatu yang sudah jelas atau sudah nyata, tidak dapat dipertentangkan untuk melahirkan opini.
KARAKTERISTIK OPINI PUNLIK
Opini publik sebagai fenomena sosial dan politik khususnya dibidang komunikasi politik memiliki beberapa karakteristik tertentu. Fyord Allportmengumpulkan 17 karakteristik opini publik. Ke 17 karakteristik opini publik tersebut ditulis lengkap sebagai berikut.
1. Opini publik sangat peka (govolig) terhadap peristiwa-peristiwa penting.
2. Peristiwa-peristiwa yang bersifat luar biasa dapat menggeser opini publik seketika dari suatu ekstermis yang satu ke ekstermis yang lain. Opini publik itu baru akan mencapai stabilitasnya apabila kejadia-kejadian dari peristiwa itu memperlihatkan garis-garis besar yang jelas.
3. Opini pada umumnya lebih banyak ditentukan oleh peristiwa-peristiwa daripada oleh kata-kata, kecuali kata-kata itu sendiri merupakan satu peristiwa.
4. Pernyataan lisan dan garis-garis tindakan merupakan hal yang teramat penting dikala opini belum terbentuk dan dikala orang-orang berada dalam. keadaan suggestible dan mencari keterangan dari sumber terpercaya.
5. Pada umumnya opini publik tidak mendahului keadaan-keadaan darurat, ia hanya mereaksi keadaan itu
6. Secara psikologis, opini pada dasarnya ditentukan oleh. kepentingan pribadi, peristiwa kata-kata dan lain-lain perangsang mempengaruhi pendapat hanya jika ada hubungan yang jelas dengan kepentingan pribadi itu.
7. Opini atau pendapat tidaklah bertahan lama, kecuali jika orang-orang merasa bahwa kepentingan. pribadinya benar-benar tersangkut atau jika pendapat yang dibangkitkan oleh kata-kata dapat diperkuat oleh peristiwa-peristiwa.
8. Sekali kepentingan pribadi telah tersangkut, opini tidaklah mudah diubah.
9. Apabila kepentingan pribadi telah tersangkut, pendapat umum di dalam negara demokrasi cenderung mendahului kebijakan pihak yang berwenang.
10. Jika suatu pendapat didukung oleh suatu mayoritas yang tidak terlalu kuat dan jika pendapat tidak mempunyai bentuk yang kuat pula, maka fakta-fakta yang nyata ada kecenderungan mengalihkan pendapat dari arah penerimaan.
11. Pada saat kritis, rakyat menjadi lebih peka. ( govelig) terhadap kemampuan pimpinannya dan apabila mereka mempunyai kepercayaan terhadapnya, maka mereka akan rela untuk lebih banyak memberikan tanggung jawab daripada biasanya, akan tetapi apabila kepercayaan mereka itu kurang, maka toleransi mereka pun akan berkurang dari biasanya.
12. Rakyat akan kurang melakukan penentangan terhadap keputusan-keputusan yang telah diambil dalam keadaan-keadaan darurat (kritis) oleh pimpinannya, apabila dengan cara-cara tertentu mereka merasa diikut sertakan dalam pengambilan keputusan. tersebut.
13. Rakyat memiliki lebih banyak pendapat dan. berkemampuan membentuk pendapat-pendapat dengan lebih mudah dalam hubungannya dengan. suatu tujuan daripada terhadap cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu
2. Peristiwa-peristiwa yang bersifat luar biasa dapat menggeser opini publik seketika dari suatu ekstermis yang satu ke ekstermis yang lain. Opini publik itu baru akan mencapai stabilitasnya apabila kejadia-kejadian dari peristiwa itu memperlihatkan garis-garis besar yang jelas.
3. Opini pada umumnya lebih banyak ditentukan oleh peristiwa-peristiwa daripada oleh kata-kata, kecuali kata-kata itu sendiri merupakan satu peristiwa.
4. Pernyataan lisan dan garis-garis tindakan merupakan hal yang teramat penting dikala opini belum terbentuk dan dikala orang-orang berada dalam. keadaan suggestible dan mencari keterangan dari sumber terpercaya.
5. Pada umumnya opini publik tidak mendahului keadaan-keadaan darurat, ia hanya mereaksi keadaan itu
6. Secara psikologis, opini pada dasarnya ditentukan oleh. kepentingan pribadi, peristiwa kata-kata dan lain-lain perangsang mempengaruhi pendapat hanya jika ada hubungan yang jelas dengan kepentingan pribadi itu.
7. Opini atau pendapat tidaklah bertahan lama, kecuali jika orang-orang merasa bahwa kepentingan. pribadinya benar-benar tersangkut atau jika pendapat yang dibangkitkan oleh kata-kata dapat diperkuat oleh peristiwa-peristiwa.
8. Sekali kepentingan pribadi telah tersangkut, opini tidaklah mudah diubah.
9. Apabila kepentingan pribadi telah tersangkut, pendapat umum di dalam negara demokrasi cenderung mendahului kebijakan pihak yang berwenang.
10. Jika suatu pendapat didukung oleh suatu mayoritas yang tidak terlalu kuat dan jika pendapat tidak mempunyai bentuk yang kuat pula, maka fakta-fakta yang nyata ada kecenderungan mengalihkan pendapat dari arah penerimaan.
11. Pada saat kritis, rakyat menjadi lebih peka. ( govelig) terhadap kemampuan pimpinannya dan apabila mereka mempunyai kepercayaan terhadapnya, maka mereka akan rela untuk lebih banyak memberikan tanggung jawab daripada biasanya, akan tetapi apabila kepercayaan mereka itu kurang, maka toleransi mereka pun akan berkurang dari biasanya.
12. Rakyat akan kurang melakukan penentangan terhadap keputusan-keputusan yang telah diambil dalam keadaan-keadaan darurat (kritis) oleh pimpinannya, apabila dengan cara-cara tertentu mereka merasa diikut sertakan dalam pengambilan keputusan. tersebut.
13. Rakyat memiliki lebih banyak pendapat dan. berkemampuan membentuk pendapat-pendapat dengan lebih mudah dalam hubungannya dengan. suatu tujuan daripada terhadap cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu

Komentar
Posting Komentar