Cara mengisi waktu ditengah pandemi covid-19
Dengan belajar Sinematografi


Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus. Oleh sebab itu pemerintah menganjurkan masyarakat untuk tetap dirumah saja jika tidak ada keperluan yang mendesak. Dengan demikian tak banyak dari kita merasakan kebosanan, untuk mengurangi kebosanan dengan belajar sinematografi.

Sinematografi dari bahasa Yunani yakni kinema "gerakan" dan graphein "merekam") adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang memiliki kemampuan menyampaikan ide dan cerita.


Pada industri perfilman, seorang Sinematografer atau DoP akan dibantu oleh sebuah tim yang dibentuknya mulai dari
1st Camera Assistant yang bertugas mendampingi dan membantu semua kebutuhan shooting mulai dari pengecekan alat-alat hingga mempersiapkan sebuah shot.
Focus Puller yang bertugas membantu sinematografer dalam memutar focus ring pada lensa sehingga subjek yang diikuti kamera bisa terus dalam area fokus.
Camera boy istilah ini sering digunakan pada industri film di Hollywood, adalah seorang asisten kamera yang bertugas membawa kamera atau mempersiapkan kamera mulai dari tripods hingga memasang kamera pada tripods tersebut.
Grip adalah yang bertugas untuk memastikan letak kamera seperti yang diinginkan DoP baik secara level atau tinggi rendahnya. Grip juga bertanggung jawab dalam perpindahan kamera artinya Grip departemen yang memasang dolly track dsb.
Gaffer adalah istilah untuk seorang yang bertanggung jawab atau kepala departemen pencahayaan. Bersama DoP, Gaffer akan berdiskusi tentang warna, jenis cahaya dan gaya tata cahaya DoP tersebut.
Lightingman adalah orang-orang dalam departemen pencahayaan yang bekerja menata lampu sesuai dengan perintah Gaffer dan kemauan DoP.

Teknik Dasar Sinematografi
Untuk Anda yang masih pemula baru belajar teknik dasar sinematografer, Kami sudah merangkum 8 teknik dasar sinematografer yang bisa Anda praktekan sendiri. Silahkan simak pembahasannya berikut ini:

1. Extreme Long Shot


Extreme Long Shot adalah teknik yang digunakan dalam pengambilan gambar awal yang menunjukan set lokasi suatu adegan atau isi dalam cerita. Teknik ini menggunakan kamera lensa wide agar semua objek bisa masuk dalam frame. Dalam teknik dasar sinematografi, extreme long shot ini rule of third perlu diaplikasikan dengan benar agar komposisi gambar menjadi menarik untuk dilihat.

2. Very Long Shot
Teknik very long shot menggunakan area yang memperlihatkan seluruh tubuh dari objek agar tidak terpotong dalam frame. Teknik ini lanjutan dari extreme long shot sehingga fokusnya utamanya pada subjek dengan segala pengambilan gambar tanpa ada bagian yang terpotong oleh frame. Objek utama dalam teknik very long shot ini juga menjadi highlight utama dalam pengambilan gambar.

3. Long Shot


Teknik long shot dalam sinematografi adalah untuk membuat para mata penonton kelihat keleluasaan dari objek, dalam istilah lain bisa disebut landscape format size. Teknik long shot ini biasanya digunakan saat opening shot sebuat film atau video, yang pasti Anda tetap harus mengedepankan aturan rule of third.

4. Medium Close Up
Teknik medium close up dikenal dengan teknik mengambil gambar setengah badan. Teknik ini banyak dipakai dalam sesi wawancara karena gambar yang dihasilkan lebih dinamis bisa melihat semua pergerakan setengah badan dengan detail, sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Agar bervariasi, dalam melakukan teknik medium close up usahakan menggunakan kamera lebih dari satu, agar angle video yang dihasilkan bisa berbeda. Contoh video wawancara kamera dari depan, medium shot selebah kiri atau medium shot sebelah kanan.

5. Close Up

Close up menjadi teknik yang paling populer, banyak para sinematografer menggunakan teknik ini. Komposisi gambar yang diambil adalah berfokus pada wajah orang langsung. Teknik ini cocok juga digunakan dalam sesi wawancara karena bisa melihat dengan jelas ekspresi orangnya mulai dari bawah bagu sampai kepala.

6. Panning Shot
Panning shot adalah teknik pengambilan gambar dengan mengerakan secara vertical dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Teknik ini sebenarnya cukup sederhana dalam pengambilan gambar, kuncinya kamera harus stabil saja. Jika memungkinkan Anda bisa menggunakan tangan dan bisa juga menggunakan gimbal atau slider kamera.

7. Crane Shot


Crane shot adalah pengambilan gambar dengan arah vertical bawah ke atas atau sebaliknya. Teknik ini bisa diaplikasikan untuk menghasilkan efek transisi yang menarik. Untuk bisa menggunakan teknik ini Anda perlu menggunakan crane khusus kamera yang harganya terbilang mahal dan perlu adanya operator yang handal.

8. Track-in Shot
Teknik terakhir dalam sinematografi adalah track-in shot. Untuk bisa melakukan teknik ini Anda perlu memiliki stabilizer kamera agar saat pengambilan gambar tidak goyang. Jika masih handheld akan sangat susah apalagi dengan membawa kamera yang berat. Teknik ini dilakukan untuk pengambilan gambar dari jarak jauh jadi dekat.
Nah bagaimana apakah Anda sudah tau teknik-teknik dasar dalam sinematografi? Jika sudah Anda tinggal mempraktikkan secara langsung. Lakukan percobaan berulang agar Anda semakin mahir dalam menggunakan kamera. Tidak lupa juga Anda harus menguasai fitur-fitur kamera yang Anda miliki agar hasilnya lebih baik lagi.

Untuk mengurangi kebosanan saat belajar kita dapat sesekali melihat Youtube teknik teknik dasar sinematografi. Selain penjelasannya lebih detail cari ini juga dapat mengurangi kebosanan saat belajar.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman